Latar Belakang

Otonomi daerah sudah lebih dari sepuluh tahun diselenggarakan. Hal ini penting dalam sejarah penyelenggaraan negara Republik Indonesia, dimana pembagian kekuasaan tak hanya dilaksanakan secara horizontal, namun juga secara vertikal. Pemerintah daerah memiliki kewenangan dan tanggungjawab yang lebih luas dan leluasa dalam mengupayakan kesejahteraan daerahnya.

Semenjak itu pula, berbagai dinamika terjadi dalam penyelenggaraannya baik dari aspek politik, ekonomi, maupun administrasi negara. Pelayanan publik misalnya, menjadi isu terpenting karena secara teoritis, rentang kendali yang lebih pendek membuat pelayanan publik menjadi lebih prima. Pemekaran menjadi salah satu isu terpenting juga dengan membengkaknya daerah otonom di Indonesia menjadi 33 Provinsi, 39 Kabupaten dan 98 Kota (Depdagri, 2009).

Seringkali berjalannya otonomi daerah dilihat secara negatif dan kurang melihat berbagai aspek positif dalam penyelenggaraannya. Padahal tidak bisa dipungkiri, berbagai inisiatif yang muncul dalam pelaksanaan otonomi daerah. Namun sayang, praktek-praktek baik dan inovasi unggulan di berbagai daerah kurang mendapat ekspos yang proporsional, tenggelam oleh berita-berita buruk tentang otonomi daerah.

Karena itu Laboratorium Administrasi Negara FISIP Untirta dengan bangga dan rendah hati mengadakan Simposium Nasional Best Practises Penyelenggaraan Otonomi Daerah. Simposium ini akan memfokuskan pembahasan pada penyelenggaraan dan inovasi unggulan di berbagai daerah, khususnya di Provinsi Banten. Simposium ini menjadi menarik karena menggabungkan pengalaman praktis penyelenggara daerah dan pengamatan praktis para ahli otonom daerah berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia melalui mekanisme call for paper.

Menemukan berbagai praktek-praktek baik (best practices) dan inovasi dalam penyelenggaraan otonomi daerah menjadi penting untuk menjadi sebuah gerakan konstruktif dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Selain itu, hal ini menjadi pijakan penting agar optimisme selalu hadir bagi pelaksanaan otonomi daerah dan tak terperangkap kabar-kabar buruk belaka.

TUJUAN

  1. Menjadi sarana ekspose keberhasilan penyelenggaraan otonomi daerah di Indonesia, khususnya pemerintah daerah di Provinsi Banten.
  2. Menjadi ruang publik bagi praktisi dan akademisi dalam penyelenggaran otonomi daerah.
  3. Menjadi pembelajaran multi arah dan jejaring bagi praktisi, akademisi dan mayarakat tentang bagaimana menyelenggarakan dan membangun inovasi unggulan di daerah.

PESERTA

  1. Civitas Akademika Untirta
  2. Pemerintah Daerah di Banten
  3. Ilmuwan Pengamat Otonomi Daerah dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia
  4. Lembaga Swadaya Masyarakat di Banten
  5. Lembaga Donor

OUTPUT SIMPOSIUM

Simposium akan menghasilkan produk yang di diseminasikan berupa:

  1. Buku Success Story penyelenggaraan Otonomi Daerah yang merupakan kumpulan best practices penyelenggaraan otonomi daerah
  2. Buku Proceeding Simposium Nasional Best Practices dalam penyelengaraan Otonomi daerah yang merupakan naskah makalah pemakalah dalam simposium.

Leave a Reply